Paul Hype Page Logo

Kepatuhan Keuangan & Pajak (Jenis Pajak di Indonesia)

4 min read|Last Updated: Juli 27, 2022|
Beranda>Guides / FAQ>Kepatuhan Keuangan & Pajak (Jenis Pajak di Indonesia)
What’s in this article
Can’t find what you’re looking for? Talk to our experts today.
SCHEDULE A CALL >

Pajak di setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia, terdapat berbagai jenis pajak yang harus diwaspadai oleh orang pribadi dan/atau perusahaan. Ini termasuk pajak penghasilan badan, pajak penghasilan pribadi, pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan barang mewah, dan banyak lagi.

Kepatuhan Keuangan dan Pajak di Indonesia

Terlepas dari prakiraan ekonomi Indonesia yang menjanjikan, kepatuhan keuangan dan pajak di Indonesia tetap menjadi masalah yang harus ditangani. Data menunjukkan bahwa negara mengumpulkan sekitar. 12% dari PDB dalam penerimaan pajak dan jutaan orang diperkirakan gagal memenuhi kewajiban pajak mereka.

Untuk menjawab tantangan ini dan meningkatkan kepatuhan pajak, beberapa inisiatif telah dilakukan, yang meliputi:

  • Skema Pengampunan Pajak
  • Pengurangan Pajak Penghasilan Badan (PPh)
  • Kebijakan Perpajakan Ekonomi Digital

Dibandingkan dengan negara lain, struktur pajak baik perusahaan maupun perorangan di Indonesia relatif rendah. Namun, kepatuhan keuangan dan pajak di Indonesia masih harus memenuhi harapan pemerintah.

Korupsi dan kepatuhan sukarela dalam perekonomian Indonesia adalah hal biasa. Pemerintah telah melakukan bagian mereka untuk memberantas penghindaran pajak untuk memastikan bahwa sistem kepatuhan mereka selaras dengan ekonomi global lainnya.

Apa itu Pajak Penghasilan Badan

Pajak Penghasilan Badan adalah pajak pemerintah yang setiap perusahaan yang berbasis di Indonesia – terlepas dari lokal atau asing – secara hukum terikat untuk membayar.

Setiap perusahaan milik asing yang tidak mempunyai bentuk usaha tetap di Indonesia tetapi memperoleh penghasilan melalui kegiatan usaha di dalam negeri, harus menyelesaikan kewajiban perpajakannya melalui apa yang disebut dengan pemotongan pajak oleh pihak Indonesia yang menyediakan penghasilan tersebut.

Tarif pajak penghasilan badan standar di Indonesia adalah 22%, tetapi akan diturunkan menjadi 20% pada tahun 2022. Namun, ada beberapa pengecualian pajak untuk perusahaan-perusahaan berikut:

  • Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menawarkan setidaknya 40% persen dari total modal sahamnya kepada publik berhak atas pengurangan 3% dalam tarif pajak mereka.
  • Usaha kecil dan menengah (UKM) dengan omset tahunan di bawah Rupiah (IDR) 50 miliar (sekitar USD $ 4 juta) mendapatkan diskon pajak 50%.

Peraturan Kementerian Keuangan telah menetapkan bahwa wajib pajak perorangan dan badan dengan peredaran bruto tahunan di bawah Rp 4,8 miliar (sekitar USD $360.000) harus membayar tarif pajak penghasilan 0,5% asalkan memenuhi kriteria berikut:

  • Orang tersebut harus berdomisili di Indonesia
  • Dia harus tinggal di negara itu selama lebih dari 183 hari dalam periode 12 bulan
  • Ia harus berada di Indonesia selama tahun pajak dan berkomitmen untuk bertempat tinggal di negara tersebut

Non-residen dikenakan pajak pemotongan 20% atas penghasilan yang bersumber dari Indonesia. Hampir semua penghasilan yang diperoleh orang pribadi di Indonesia dikenakan pajak penghasilan.

Pajak pendapatan pribadi

Untuk orang pribadi, tarif pajak penghasilan pribadi yang terutang untuk penghasilan tahunan adalah:

  • 5% untuk penghasilan sd Rp50 juta

  • 15% untuk pendapatan antara Rp50 juta hingga Rp250 juta

  • 25% untuk pendapatan antara Rp250 juta hingga Rp500 juta

  • flat rate 30% untuk penghasilan di atas Rp 500 juta

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) melibatkan pengalihan barang kena pajak atau penyediaan jasa kena pajak di Indonesia. Acara/layanan yang terikat untuk membayar PPN adalah:

  • Penyerahan Barang Kena Pajak oleh badan usaha

  • Impor Barang Kena Pajak

  • Penyerahan jasa kena pajak oleh badan usaha

  • Penggunaan atau konsumsi Barang/Jasa Kena Pajak tidak berwujud yang berasal dari luar negeri

  • Ekspor barang kena pajak (berwujud dan tidak berwujud) atau jasa oleh perusahaan kena pajak.

Tarif PPN di Indonesia adalah 10%. Namun, jumlah pastinya dapat ditambah atau dikurangi (dengan angka berkisar antara 5% dan 15%) sesuai dengan peraturan pemerintah. PPN atas ekspor barang kena pajak berwujud dan tidak berwujud serta ekspor jasa ditetapkan sebesar 0% dengan batasan tertentu.

Pajak Penjualan Barang Mewah (LGST)

Diperkenalkan di era Suharto dengan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, pajak LGST menetapkan bahwa pengiriman atau impor barang kena pajak manufaktur tertentu – mobil mewah, apartemen dan rumah untuk beberapa nama – dikenakan pajak tambahan.

Saat ini, tarif LGST ditetapkan antara 10% dan 125% (di mana undang-undang mengizinkan tarif LGST maksimum 200%).

Meskipun undang-undang Indonesia mengizinkan bea masuk berkisar antara 0 dan 150% dari nilai barang impor di bea cukai, tarif tertinggi saat ini ditetapkan sebesar 40%. Hal ini terutama disebabkan oleh Indonesia menandatangani sejumlah perjanjian perdagangan bebas, yang secara efektif menghapus atau menurunkan tarif bea masuk secara signifikan.

Siap untuk menggabungkan perusahaan Anda di Indonesia atau membutuhkan jasa perpajakan? Hubungi kami untuk konsultasi gratis hari ini.

contact us

FAQs

Bisakah saya membawa keluarga saya ke Indonesia jika saya bekerja di Indonesia?2022-07-26T10:34:33+08:00

Berdasarkan izin kerja, pemegang izin kerja memenuhi syarat untuk mengajukan izin tanggungan bagi keluarga pemegangnya, termasuk anak-anak dan pasangannya untuk datang ke Indonesia. 

Negara bagian mana di Indonesia yang memiliki peluang bisnis terbaik?2022-07-26T10:34:45+08:00

Indonesia memiliki banyak hal untuk ditawarkan, mulai dari pertanian, hingga manufaktur dan bisnis. Tergantung pada industri yang Anda lihat, ada berbagai daerah di Indonesia yang unggul di bidang ini. 

Misalnya, Surabaya, Jawa Timur populer untuk investasi asing karena memiliki salah satu pertumbuhan properti tertinggi di Indonesia, juga peringkat lima kota teratas di Asia untuk berinvestasi. 

Apakah Indonesia tempat yang baik untuk bekerja atau tinggal?2022-07-26T10:34:58+08:00

Indonesia memiliki ekonomi terbesar di Asia Tenggara, artinya ada potensi pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, Indonesia memiliki berbagai macam barang dan jasa serta standar hidup yang lebih baik. 

Di kota Jakarta dan Bali, ada komunitas ekspatriat yang besar karena populer di kalangan turis dan pelancong. 

Bagaimana cara karyawan membayar pajak penghasilan di Indonesia?2022-07-26T10:35:10+08:00

Di Indonesia, karyawan biasanya membayar pajak penghasilan melalui majikan mereka, yang dipotong dari gaji mereka setiap bulan. Bagi Wajib Pajak yang berada di Indonesia, berlaku tarif pajak tersebut di atas. Untuk wajib pajak bukan penduduk, pemotongan pajak adalah 20% persen dari jumlah bruto (kecuali jika ada perjanjian pajak, dalam hal ini jumlahnya dapat bervariasi). 

Share This Story, Choose Your Platform!

More Business Insights

Got other questions?

Drop us a message on WhatsApp or connect with us through our contact form.

CONTACT US >

Join the discussions

Go to Top